Who Are ISIS ?

Baru-baru ini dunia dikejutkan dengan aksi heroik takluknya penjara Abu Ghraib di Irak ditangan sekelompok orang dan membebaskan ribuan tahanannya. Penjara Abu Ghraib yang terkenal sadis dan diluar kemanusiaan dalam memperlakukan tawanan terutama lawan politik Amerika dengan penjagaan yang ketat tak mampu membendung aksi sekelompok orang ini. Dunia -khususnya barat- tersadar bahwa ada kekuatan terstruktur yang sedang membesar di wilayah Irak. Belakangan diketahui bahwa aksi heroik tersebut dilakukan oleh kelompok yang menyebut dirinya Islamic State Iraq and Syam (ISIS). Siapakah mereka dan bagaimana latar belakang kemunculannya ?

ISIS adalah negara baru yang terbentuk akibat perang Suriah -meskipun belum dapat pengakuan dari negara lain-. Sejak runtuhnya pemerintahan Islam Turki Utsmani pada tahun 1924 umat Islam berada dalam kehinaan dibawah ketiak pemerintahan selain Islam. Islam hanya disimpan banyak-banyak dikepala, kitab-kitab usang, terpojok disudut-sudut masjid tanpa bertransformasi dalam realita kehidupan. Berbagai upaya dilakukan oleh para Mujahid dan Ulama untuk mengembalikan identitas Negara Islam. Salah satu upayanya adalah di era Jihad Afghanistan, banyak mujahid dari seantero negeri berkumpul melawan invasi Soviet pada tahun 1980an. Umat Islam mulai bangun dari tidur dan turun ke medan jihad untuk menyongsong kejayaan yang dijanjikan.

Pada tahun 2003 Amerika datang untuk pamer otot melawan tentara diktator Saddam Hussein dengan dalih karena mengembangkan senjata pemusnah massal -meskipun tidak terbukti-. Tak pandang bulu mesin perang Amerika justru menjadikan anak-anak dan penduduk sipil tak bersenjata sebagai korban. Tentara Saddam Husein memang dengan mudah ditaklukkan. Tapi banyak dari penduduk Irak yang tidak terima tanah airnya dijajah. Atas dasar itu dibentuklah kelompok-kelompok perlawanan. Kelompok-kelompok ini awalnya hanya kecil terdiri dari kurang 20 orang dan perlawanan dilakukan secara sporadis sehingga mirip aksi-aksi individu saja. Jumlah kelompok kecil ini kian menjamur sehingga untuk mengorganisir perlawanan dibentuklah Majelis Syuro Mujahidin yang diketuai oleh Abu Mush’ab Az Zarqawy.

Dengan izin Allah keberadaan Majelis Syuro Mujahidin semakin memperkuat barisan perlawanan. Hingga suatu saat Allah menganugerahkan kabar gembira untuk kaum Muslimin dengan diproklamasikannya Daulah Islam Irak pada tahun 2006 dibawah kepemimpinan Abu Umar Al Baghdadi. Disisi lain pemerintahan AS dan sekutu sedang mempersiapkan sebuah pemerintahan transisi yang demokratis. Setelah melalui proses demokratis maka pemerintahan Irak dikuasai Syiah dibawah presidennya Nouri Al Maliki. Tetapi kaum muslimin sudah mengukuhkan identitas dan jati diri mereja sendiri yaitu dengan Islam tepatnya dengan proklamasi Negara Islam Irak.

Pada awal-awal masa kepemimpinannya, Daulah Islam Irak masih kesulitan bergerak karena masih bercokolnya tentara AS dan sekutu. Tapi dengan teguh dan sabar para mujahidin terus membina dan menyadarkan masyarakat untuk kembali kepada Islam dan menanamkan kecintaan mereka terhadap Jihad sekaligus memperkokoh struktur pemerintahan. Hingga pemimpin mereka Abu Umar Al Baghdadi menemui kematian -semoga syahid- ditangan musuh.

Bagaimanapun, sesulit apapun kondisinya estafeta misi risalah tidak boleh berhenti, maka beralih lah kepemimpinan ke tangan Abu Bakar Al Baghdadi. Orang ini lah yang akan menjadi monster menakutkan bagi AS dan sekutunya di timur tengah khususnya Irak dan Syam. Sepanjang informasi, Abu Bakar Al Baghdadi adalah seorang akademisi dan khatib ternama lulusan Universitas Islam Baghdad. Beliau pernah ditahan militer AS kemudian dibebaskan. Tapi siapa sangka setelah dibebaskan ia justru kini kepalanya menjadi paling diburu oleh militer Negara superpower tersebut. Pasukan AS sendiri angkat kaki dari Irak pada tahun 2011 setelah merasa pemerintahan boneka pengganti (Syiah) siap menggantikan kedudukannya. Irak porak poranda tanpa ada bukti keberadaan senjata pemusnah massal seperti yang dituduhkan AS dalam motif penyerangannya.

Daulah Islam Irak sendiri memiliki beberapa misi perjuangan diantaranya adalah menegakkan tauhid dan menghancurkan kemusyrikan, menegakkan Hukum Allah dan mengembangkan senjata. Dengan izin Allah pasca kedudukan militer AS angkat kaki. Daulah Islam Irak kian berkembang pesat. Daulah Islam Irak benar-benar menemukan momentumnya ketika perang revolusi turut pecah di Suriah. Saat itu diputuskan pasukan Daulah Islam untuk membantu saudara sesama muslim di Suriah untuk melawan rezim Syiah Nushairi pimpinan Bashar Al Assad. Dengan izin Allah para mujahidin berhasil melakukan berbagai penaklukkan di wilayah Suriah hingga menyatulah bagian negara Suriah dan Irak dalam kontrol Daulah Islam. Atas dasar itu, maka Daulah Islam Irak dengan amirnya Abu Bakar Al Baghdadi menyatakan perluasan wilayah dengan memproklamasikan berdirinya Islamic State Iraq and Syam (ISIS) pada tahun 2013 dan diresmikan kota Raqqah yang terletak di Suriah dekat perbatasan Turki sebagai Ibukotanya.

Perlahan tapi pasti ISIS terus memperkokoh identitasnya. Bulan Juni tahun 2014 dunia dikejutkan dengan penaklukkan kilang minyak Baiji dan Kota Mosul yang merupakan kota terbesar kedua setelah Baghdad dan merupakan salah satu aset kekayaan pemerintahan Irak. Konon, rampasan perang yang diperoleh dari penaklukkan itu membuat ISIS menjadi kelompok perlawanan terkaya didunia. Secara berturut-turut daerah-daerah lain seperti provinsi Anbar, Kota Tikrit (Kota Kelahiran Saddam Husein), Provinsi Nineveh, Propinsi Diyala hingga setengah wilayah Irak dikuasai oleh kelompok ini. Kini, ISIS sedang bergerak menuju pusat pemerintahan dan kota suci Syiah di kota Baghdad dan Karbala. Pemerintahan berhala demokrasi dan tempat suci kaum kafir syiah Iran diambang kejatuhan. Hal ini membuat Iran dan AS harus turun tangan untuk mengamankan kepentingannya.

Akankah keberadaan ISIS akan menjadi cikal bakal kedigdayaan Islam akan muncul kembali ? Allah lebih tahu tentang masa depan ketimbang kita. Yang jelas, dakwah sejatinya adalah perpaduan antara pemikiran dan senjata, tulisan dan anak panah, lisan dan senapan, retorika dan kekuatan militer. Sunatullah menunjukkan bahwa kebathilan yang didukung kekuatan materi tidak akan takluk hanya dengan khutbah di mimbar-mimbar dan penjelasan panjang lebar mendetail. Jika hanya dengan itu alangkah mudahnya dakwah Islam, tapi kenyataannya sejarah menunjukkan tidaklah demikian. Kita tidak bisa mengubah kekuataan materi hanya dengan penjelasan memukau sebagaimana pula kita tidak bisa mengubah hati seseorang dengan kekuatan materi. Itulah sebabnya mengapa dahulu Rasulullah tak hanya berdakwah kepada masyarakat Quraisy tapi juga membentuk dan mengokohkan struktur terorganisir di setiap fase-fasenya hingga tegaknya sebuah identitas negara Islam di Madinah. Sebagai sesama muslim yang ibarat satu tubuh, marilah kita berdoa :

“Ya Allah pemilik segala kekuatan, jika keberadaan ISIS adalah benar di dan berada di jalan yang engkau Ridhoi maka terangkanlah kepada kami dan berikan kami kekuatan untuk mendukungnya dengan segenap yang ada pada diri kami. Teguhkanlah dan berilah kesabaran kepada mujahid-mujahidnya. Menangkanlah misi dan ideologinya diatas ideologi kafir. Tetapi jika keberadaan ISIS adalah bathil, maka hancurkanlah sehancur-hancurnya. Cerai beraikanlah persatuannya dan terangkanlah tipu muslihatnya kepada kami”

“Sesungguhnya engkau tahu, bahwa hati-hati ini telah berpadu, berhimpun dalam naungan cintaMu. Bertemu dalam ketaatan, bersatu dalam perjuangan, menegakkan syariat dalam kehidupan. Kuatkanlah ikatannya, kekalkanlah cintanya, tunjukilah jalan-jalanNya. Terangilah dengan cahayamu yang tiada pernah padam, ya Robbi bimbinglah kami. Lapangkanlah dada kami dengan karunia Iman dan indahnya tawakal padaMu. Hidup dengan Ma’rifatmu matikan dalam syahid dijalanMu, Engkaulah pelindung dan pembela”

Aamiin. Wallahua’lam

Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman diantara kamu dan beramal saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah di ridhoi-Nya untuk mereka dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tidak menyembah-Ku dengan tidak mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barang siapa yang (tetap) kafir sesudah (Janji) itu mereka itulah orang-orang yang fasik (Q.S. An Nur : 55)

Oleh : Muhammad Yusron Mufid*
*Mahasiswa Semester 6 Universitas Gadjah Mada (eramuslim)


Siapa ISIS Sebenarnya?

ISIS (Islamic State in Iraq and al-Sham), terus menjadi pembicaraan. Media-media Barat menyebut bahwa ISIS merupakan cikal bakal teroris yang akan meneruskan gerakan Al-Qaidah. Jika nama terakhir tak pernah secara definitif diberitakan keberadaannya secara geografis, ISIS secara gamblang disebut di Irak atau Suriah. Siapa Isis sebenarnya?

Dalam bahasa Arab, ISIS atau Islamic State in Iraq and Al-Sham, merupakan terjemahan dari Organisasi Ad-Daulah Al-Islamiyah fi Al-Iraq wa Ash-Sham. Tapi Associated Press, dan Amerika menyebutnya sebagai Islamic State in Iraq and The Levant (ISIL).

Aljazeera melaporkan organisasi ini ada kaitannya dengan arus gerakan Salafiyah Jihadiyah yang menghimpun berbagai unsur berbeda untuk bertempur di Irak dan Suriah, dan di medan tempur, mereka terbagi-bagi di bawah sejumlah front. Karena kondisi tersebut, dimunculkanlah nama organisasi yang menyebut istilah “Ad-Daulah Al-Islamiyah” (Islamic State). Nama ini sekaligus menjadi magnet yang menarik banyak pasukan dari berbagai daerah di medan perang untuk menyatakan kesetiaannya di bawah organisasi payung yang besar .

Pendirian dan Kepemimpinan
Organisasi Daulah Islamiyah, awalnya terbagi dua. Yakni Daulah Islamiyah fil Iraq yang di media massa dikenal dengan nama “Daash” dan disandarkan pada Kelompok Tauhid wal Jihad yang didirikan tokoh berkebangsaan Yordania, Abu Musa Az Zarqawi di Irak tahun 2004, paska invasi militer AS ke Irak.

Zarqawi pada tahun 2006, menyatakan kesetiaannya pada pemimpin al-Qaeda Osama bin Laden dan meminta agar organisasinya menjadi bagian dari organisasi Al-Qaeda. Selanjutnya pada tahun yang sama, dibentuk Dewan Syuro Mujahidin di bawah kepemimpinan Abdullah Rashed Al-Baghdadi.

Tapi Zarqawi akhirnya tewas dalam serangan AS pada pertengahan tahun 2006 dan kepemimpinan Daulah Islamiyah beralih ke Abu Hamza Al Mohajir. Hanya 4 tahun kemudian, tepatnya tanggal 19 April 2010 tentara AS di Irak berhasil membunuh Abu Hamza Al-Mohajir. Dan dalam waktu sekitar sepuluh hari, Dewan Syuro menyelenggarakan pertemuan untuk memilih Abu Bakr al-Baghdadi sebagai pengganti kepemimpinan Daulah Iraq Islamiyah.

Munculnya Konflik
Tanggal 9 April 2013, muncul sebuah rekaman suara yang dikaitkan dengan suara Abu Bakr al-Baghdadi, yang menyatakan bahwa Jabhah Nushra (Front Kemenangan) di Suriah merupakan perpanjangan dari organissi Daulah Iraq Islamiyah. Dalam rekaman itu, nama Jabhah Nushrah dan Daulah Iraq Islamiyah dihapus untuk kemudian diganti menjadi Daulah Islamiyah fil Iraq wa Asy-Syam. Inilah awal terbentuknya organisasi yang kemudian dikenal oleh media asing dengan istilah ISIS atau ISIL.

Awalnya, Jabhah Nushrah menerima bergabung dengan ISIS. Tapi kemudian terjadi perbedaan dan bahkan kontak senjata. Di Suriah, berbagai organisasi oposisi bersenjata termasuk Jabhah Nushrah, bentrok dengan kelompok pasukan Daulah, terkait penguasaan dan pengendalian beberapa lokasi di Suriah. Di sejumlah lokasi yang dikuasai oleh Daulah, dikabarkan tempat-tempat itu juga pasukan ISIS menerapkan sikap keras dalam penerapan syaraiat Islam dengan menghukum mati sejumlah tokoh kabilah. Kelompok ini secara terbuka juga menentang permintaan Aiman Zawahiri, yang merupakan ketua organisasi Al-Qaeda, yang meminta agar ISIS fokus di Irak dan tidak masuk ke wilayah Suriah yang merupakan wilayah tempur Jabha Nushrah.

ISIS dan Jabha Nushrah
Perselisihan dan pertempuran antara ISIS dan Jabha Nushrah –keduanya terinspirasi dengan Al-Qaeda— di Suriah, memunculkan perselisihan mendalam antar pimpinan.

Abu Mohammed Adnani, juru bicara ISIS, pada bulan Mei 2014 menyerang Zawahiri dan menafikan bahwa kelompoknya merupakan cabang dari Al-Qaeda. “Tak pernah terjadi apa yang disebutkan itu,” demikian ujar Adnani. Aiman Zawahiri dikenal sebagai pimpinan Al-Qaeda, yang menjadi rujukan para pimpinan berbagai organisasi jihad.

Sedangkan Esham Barqawi atau Abu Muhammad Al-Maqdisi, yang disebut sebagai referensi spiritual kelompok Salafiyah Jihadiyah, juga mengkritik ISIS dan menyebutkannya sebagai pihak yang bertanggung jawab atas gagalnya rekonsiliasi dengan Jabha Nushrah di Suriah.

Kekuatan Militer
Sejak tahun 2006, ISIS memiliki kekuatan militer besar dan menjadi organisasi militer terkuat di Irak. Mereka mulai memberi pengaruh di daerah yang luas, tetapi mereka harus berhadapan dengan munculnya organisasi Dewan Kebangkitan yang merupakan perhimpunan bersenjata dari klan dan kabilah Irak, yang didirikan untuk melawan organisasi al-Qaeda serta mendapat dukungan pasukan AS dan pemerintah Irak.

Sedangkan di Suriah, ISIS yang menghimpun para pasukan dengan kualitas tempur yang lebih baik, berhasil meraih sejumlah kemenangan di Suriah. Mereka relatif menguasai penuh wilayah Deir al-Zour di perbatasan dengan Irak. Tapi di sisi lain, mereka kehilangan pengaruh di Aleppo dan pedesaan sekitarnya, hingga akhirnya seluruh pasukannya harus angkat kaki dari Aleppo.

Charles Lester, peneliti Pusat BrookingsInstitute yang terletak di Doha, menyebutkan perkiraan jumlah pasukan organisasi Daulah Islamiyah di Suriah mencapai 6000 atau 7000 personil. Sedangkan di Irak, sekitar 5000 hingga 6000 personil.

Aljazeera menyebutkan, secara umum pasukan organisasi Daulah Islamiyah, mayoritas pasukannya ada di Suriah. Mereka adalah orang-orang Suriah. Akan tetapi pemimpin organisasi Daulah, mayoritas datang dari luar Suriah yang sebelumnya memiliki pengalaman perang di Irak, Chechnya, Afghanistan dan berbagai medan tempur lainnya. Sedangkan di Irak, mayoritas pasukan Daulah Islamiyah adalah orang-orang Iraq sendiri. Pakar masalah Timur Tengah Roman Caillet dari French Institute mengatakan bahwa mayoritas pasukan organisasi Daulah Islamiyah, adalah orang-orang Irak atau Libya.

ISIS Terinfiltrasi?
Benarkah ISIS terinfiltrasi? Abdullah bin Mohammed, analis strategi Salafiy Jihadi mengatakan bahwa pada awalnya ia membantah dan meragukan informasi itu. Namun sejumlah informasi dari kelompok Anshar Islam Sunni di Irak menunjukkan ISIS di Irak, sulit dikendalikan.

Organisasi Anshar Islam Irak – arus sunni di Irak – pada Februari 2013 berkirim surat pada pimpinan Al Qaeda Aiman Zawahiri, yang menegaskan konflik antara pasukan ISIS dan sejumlah kelompok di Irak, adalah karena tidak adanya penanggung jawab resmi dari organisasi itu di Irak. Dengan tidak adanya sumber itu, muncul banyak inisiatif lapangan yang pada akhirnya berbenturan dengan kelompok mujahidin Irak seperti kelompok Anshar Islam dan lainnya. Berulangkali, pasukan ISIS dikabarkan menyerang keolompok Jamaah Anshar Islam. Sementara pihak Anshar Islam mencoba mengendalikan diri untuk memelihara situasi dari kondisi genting.

Pendanaan
Hingga kini masih simpang siur soal sumber pendanaan ISIS. Pihak yang membiayai, bisa kelompok intelejen yang berkepentingan secara regional, atau bisa juga ISIS di Suriah maupun Irak membiayai aktifitasnya dari sumber dana potensi daerah yang dikuasai. ISIS di Suriah menguasai sejumlah sumur minyak dan telah ada laporan terkait penjualan minyak mentang ke para pembeli local, bahkan hingga pemerintah Suriah juga membeli dari mereka. Belakangan, mereka menguasai kota Mosul, sebagai kota terbesar kedua di Irak dari sisi jumlah penduduk pada 11 Juni 2014. Mereka juga menguasai Tikrit yang merupakan basis kelompok pro Saddam Husein. Dan di dua kota itu, mereka memperoleh dana yang besar.

Namun demikian sejumlah pengamat tidak melihat bahwa jatuhnya Mosul dan Tikrit adalah karena kekuatan personil ISIS, melainkan karena dukungan kelompok bersenjata kabilah yang dahulunya adalah loyalis mantan penguasa Irak, Saddam Husein.

Sumber :
  1. Aljazeera.net
  2. “Haqiqa Ikhtiraq Tanzim Daulah Islamiyah fil Iraq wa Asy Syam” , Daash.
  3. Syirianmediacenter.com
  4. beritapalestina.com
  5. Islampos

1 Ramadhan 1435 H, ISIS Dibubarkan & Khilafah Islam Dideklarasikan

Ahad 01 Ramadhan 1435 H (29/06/14) salah sayap media Daulah Islam Irak dan Syam (ISIS), al-Furqon, merilis pesan audio dari Syaikh Abu Muhammad al-Adnani, Jubir ISIS, dengan judul “Hadza Wa’dullah” Ini adalah Janji Allah.

Dalam pesan audio yang berdurasi 34:02 menit itu, hal yang mengejutkan dan yang membuat bahagia adalah nama Daulah Islam Irak dan Syam dihapus dan diganti menjadi Khilafah Islamiyyah. “Oleh karena itu, Majlis Syuro berkumpul dan membahas masalah ini (khilafah), setelah Daulah Islam Irak dan Syam atas karunia Allah memiliki pilar-pilar khilafah, di mana muslimin berdosa tidak menegakkannya. Dan tidak adanya penghalang udzur syar’i bagi Daulah Islam untuk menunda-nundanya, maka Daulah Islam memutuskan yang diwakili oleh Ahlul Halli wal Aqdinya, DEKLARASI BERDIRINYA KHILAFAH ISLAMIYYAH dan mengangkat serta membaiat Syaikh Mujahid al-Imam al-Mujaddid, keturunan Ahlul Bait, Ibrahim bin Awad bin Ibrahim bin Ali bin Muhammad al-Badri al-Qurasy al-Husaini al-Baghdadi” tutur Syaikh Adnani.

“Beliau pun telah menerima baiat. Maka dengan demikian beliau telah menjadi imam dan khalifah bagi seluruh muslimin di setiap tempat. Oleh karena itu, nama Daulah Islam Irak dan Syam dalam interaksi dan publikasi resmi serta mencukupkan dengan nama Daulah Islam. Kami ingatkan kepada muslimin, dengan dideklarasikannya khilafah, maka wajiblah berbaiat dan membantu khalifah Ibrahim hafizhahullah serta dihapusnya segala bentuk imarah, organisasi dan jamaah” tambah beliau.
Warga Raqqah berbahagia setelah dideklarasikannya khilafah.

Sementara itu, jamaah jihad yang paling pertama menyambut deklarasi ini adalah Jaisy Ash-Shahabah Fi Biladisy Syam. Dengan pernyataan nomor 4, Jaisy Asy-Syahabah menyatakan, “Kami umumkan peleburan Jaisy Ash-Shahabah dan mengajak kepada anggota sekarang dan mantan anggotanya serta seluruh katibah untuk membaiat Khalifah Abu Bakar al-Baghdadi” tutur Jaisy Ash-Shahabah yang dipimpin oleh Syaikh Abul barra Asy-Syami dan telah melebur dalam Khilafah Islamiyyah.[usamah/dbs/voa-islam]



Komentar

Postingan Populer