Apa Penyebab dan Pengobatan Vertigo

Vertigo tidak hanya diikuti rasa berputar, tapi juga pandangan yang kabur.
Saat merasakan sakit kepala, jangan lantas mengambil obat pereda. Kenali terlebih dahulu jenis sakit kepala tersebut. Apakah golongan sakit kepala biasa, migrain atau sakit kepala yang hanya dirasakan pada sebagian kepala, atau vertigo.

Hal ini sangat penting, karena berbagai jenis sakit kepala ini juga membutuhkan cara pengobatan yang berbeda. Vertigo sendiri merupakan ilusi di mana kita merasa berputar-putar, atau sebaliknya, lingkungan kita yang berputar.
Ini karena efek pusing yang luar biasa. Vertigo di kategorikan menjadi dua, yakni vertigo subjektif, di mana Anda merasa tubuh bergerak atau berputar; dan vertigo objektif, saat sekeliling Anda yang berputar.

Seperti dilansir myhealthnewsdaily.com, vertigo jinak atau Benign Paroxysmal Positional Vertigo(BPPV) biasanya lebih menyerang orang- orang berusia 60 tahun ke atas.

Gejala lain yang mengikutinya, seperti pusing, berkuranganya ketajaman pandanganan mata, mual hingga muntah, dan kehilangan keseimbangan.

Namun, kehilangan keseimbangan ini masih dalam tingkat ringan sehingga tidak menyebabkan Anda terjatuh. Kecuali pada usia lebih dari 65 tahun, hal ini mungkin terjadi.

Gejala vertigo juga bisa datang sewaktu-waktu. Gangguan pada telinga bagian dalam diduga menjadi penyebab vertigo ini. Selain itu juga terjadinya peradangan pada syaraf, atau adanya penyumbatan di salah satu pembuluh darah ke otak, dan kelainan pada mata.

Selain faktor di atas, vertigo juga disebabkan unsur penuaan, cedera di bagian kepala, dan gangguan lain yang berhubungan dengan keseimbangan organ telinga.

Untuk penanganan vertigo, biasanya dokter akan melakukan tindakan medis dengan alat diagnostik Electronystagmography (ENG), yakni pemeriksaan menggunakan alat elektroda. Selain itu juga Videonystagmography (VNG), berupa kamera kecil yang digunakan untuk menentukan apakah vertigo ini disebabkan karena masalah pada telinga dengan mengukur gerakan mata.

Alat lain untuk pemeriksaan adalah Magnetik Resonance Imaging (MRI), dengan menggunakan medan magnet dan gelombang radio untuk menciptakan gambar penampang kepala secara detail. Pengobatan ini memang memberikan efek pada gangguan perut, namun cara kerjanya lebih singkat dibandingkan menggunakan obat-obatan yang hanya berfungsi untuk meredakan.

Komentar

Postingan Populer