Life Is B,C, and D

“Life is B, C,D. Birth, Choice and then Death. So what achievement will we get with various choice” thats was my coach said.
Simple, hidup itu sederhana. Jika kita hanya mau menelisik dari 3 sisi yang terkandung didalamnya. Kelahiran, pilihan-pilihan lalu kemudian Kematian (Birth, choice and death). Namun point of view pada tiga tempat ini akan dirasa sangat sederhana, jika kita bandingkan dengan fenomena hidup yang sedemikian kompleks. tidak bisa kita melihat sesuatu yang sederhana dari ketiga kata ini. Tidak ada unsur abstrak sedikitpun. Namun kesemuanya memiliki makna yang sungguh sangat luas. Munkin itu yang ingin diajarkan oleh pelatih saya saat itu. Kita tak boleh memaknai kata hanya sebagai sekedar kata. Karena sebuah kata itu bisa memiliki banyak makna.

Birth, maka dalam bahasa Indonesia diterjemahkan sebagai ‘kelahiran’. Kelahiran yang kita bahas disini ialah kelahiran manusia yang tentu tak sama ketika mengidentikkan dengan kelahiran-kelahiran biasa. Bukan masalah bagaimana prosesnya, namun sebuah hakikat kelahiran sendiri pun perlu kita pahami maknanya.

Kelahiran ialah sebuah kabar Kabar gembira seperti yang Allah kabarkan kepada nabi Ibrahim AS dan Sarah istrinya tentang kelahiran putra kesayangan Ishaq AS dan Yaqub AS. Dalam QS Huud: 71 Allah berfirman:

“Dan istrinya berdiri lalu dia tersenyum. Maka Kami Sampaikan kepadanya kabar gembira tentang (kelahiran) Ishaq dan setelah Ishaq (akan lahir) Ya‘qub.”

Pernahkah anda menanyakan kepada ibunda dan ayahanda tentang bahagianya mereka mendapati lahirnya kita didunia, kendati pun banyak yang kita repotkan kepada mereka. Semoga Allah senantiasa menjaga orang tua kita dalam kasih-Nya.

Kelahiran juga merupakan sebuah tanda-tanda kekuasaan Allah seperti yang tercantum dalam QS Fathir: 11

Dan Allah Menciptakan kamu dari tanah kemudian dari air mani, kemudian Dia Menjadikan kamu berpasangan (laki-laki dan perempuan). Tidak ada seorang perempuan pun yang mengandung dan melahirkan, melainkan dengan sepengetahuan-Nya. Dan tidak dipanjangkan umur seseorang dan tidak pula dikurangi umurnya, melainkan (sudah ditetapkan) dalam Kitab (Lauh Mahfuzh). Sungguh, yang demikian itu mudah bagi Allah”

Maha suci Allah dengan segala kekuasaan yang berada di genggamnnya. Hanya tangan Allah yang mampu mempertemukan sel-sel terkecil yang kemudian berproses hingga terciptalah makhluk paling sempurna bernama manusia.

Perjanjian dengan anak manusia pun telah diambil hingga menjadi sebuah ikrar pengakuan akan keesaan Rabbul Izzati.

Lahirnya anak manusia harusnya menjadi sesuatu yang special. Karena bagaimanapun juga semakin bertambah penduduk bumi dengan para calon pemakmur bumi. Seperti bagaimana Allah memberikan keringanan hukuman di hari rabu bagi Abu Lahab yang sempat berbahagia atas lahirnya Muhammad SAW keponakannya. Maka kita yang masih memiliki kesempatan untuk mendidik para awak penerus bangsa lebih baik lagi, seharusnya mensyukuinya.

Istikanah
Mahasiswa Universitas Negeri Malang

Komentar

Postingan Populer