Krisis Arab: Islam dan Barat

Mantan perwira Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) Jerry D Gray mengatakan, AS adalah negara yang tidak pernah tulus membantu negara lain. AS selalu menuntut adanya imbalan dari setiap kebaikannya. "AS tidak akan memberikan bantuan dengan gratis kepada negara lain. Negara itu sama sekali tidak baik. Jika sebuah negara tidak mengikuti kemauannya, mereka akan mendapat sanksi," ujar Jerry D Gray di kantor Partai Bulan Bintang, Jakarta, Rabu (10/10/2012).
"Kita bisa melihat bagaimana kontrak pembelian pesawat jet F16 antara AS dan Indonesia. AS memberikan pesawat gratis, padahal pesawat itu adalah pesawat yang seharusnya dibuang kelaut bak umpan pancing. Untuk memodifikasinya, kita harus menghabiskan dana miliaran dolar untuk membeli suku cadang dari Amerika lagi," imbuhnya.


Menurut Gray, Indonesia jauh lebih baik membeli jet Sukhoi buatan Rusia yang sudah teruji kualitasnya, ketimbang membeli jet tempur Negeri Paman Sam. Pria yang sempat menjadi pilot Angkatan Udara AS itu juga menyinggung Bung Karno ketika membahas isu gerakan rahasia, Freemasonry.

Menurutnya, Bung Karno sudah mencoba untuk membendung kekuatan Freemasonry di Indonesia yang dulu dibawa oleh Belanda. Hal itu terlihat dari penutupan "Lodge" yang dicanangkan Bung Karno pada dekade 1960an. Meski demikian, gerakan itu cukup kuat dan tetap melakukan perlawanan terhadap Bung Karno. Usai Lodge-Logde Freemason itu ditutup, gerakan itu bergerak di bawah tanah dan terus beraktifitas hingga akhirnya Bung Karno terguling.

Jerry D Gray juga menggambarkan Freemason bak seorang yang membawa air di saat kekeringan datang. Meski demikian, air yang dibawanya bukanlah air, melainkan sebuah api yang membara.
Jerry D Gray membahas isu perang melawan teror yang dikampanyekan mantan Presiden AS George W. Bush. Menurutnya, tidak ada perang melawan teror, yang ada hanyalah perang melawan Islam yang digagas Negeri Paman Sam. "Yang ada hanyalah perang melawan Islam. Al Qaeda itu adalah AS, Inggris dan Israel. Setiap Hillary Clinton datang ke Indonesia, isu terorisme selalu dibahas.

Di sini tidak ada teroris, saya sudah lama disini dan saya masih hidup," ujar penulis buku The Art of Deception itu.
Selain membahas Al Qaeda, Jerry D Gray juga menyinggung Osama bin Laden yang dulu menjadi buronan utama dan gembong teroris. AS diklaim memanipulasi media lewat wawancara yang dilakukan Osama sebelum 9 September, hal itu terlihat karena gerak bibir Osama bin Laden tidak sinkron dengan suaranya. Dalam kesempatan yang sama, mualaf itu menyinggung keterlibatan gerakan persekutuan New
World Order yang ingin menguasai dunia.

Gerakan yang diklaim Gray sebagai tentara Dajjal itu, mulai memainkan peranan di dalam konflik Suriah. Pada dasarnya, mereka menginginkan sebuah pergantian rezim di negeri Arab itu dengan rezim baru yang membela AS. Jerry D Gray juga menyebut gerakan Freemason sebagai gerakan penyebar fitnah yang berhasil menguasai seluruh petinggi negara dan juga para pemuka agama di negara manapun. Hal itu terlihat dari kemunculan pemuka agama homoseksual di AS, Inggris dan sejumlah negara lainnya.

Jerry D Gray mengatakan, AS adalah negara yang tidak pernah tulus membantu negara lain. AS selalu menuntut adanya imbalan dari setiap kebaikannya. "AS tidak akan memberikan bantuan dengan gratis kepada negara lain. Negara itu sama sekali tidak baik. Jika sebuah negara tidak mengikuti kemauannya, mereka akan mendapat sanksi," ujar Jerry D Gray.

"Kita bisa melihat bagaimana kontrak pembelian pesawat jet F16 antara AS dan Indonesia. AS memberikan pesawat gratis, padahal pesawat itu adalah pesawat yang seharusnya dibuang kelaut bak umpan pancing. Untuk memodifikasinya, kita harus menghabiskan dana miliaran dolar untuk membeli suku cadang dari Amerika lagi," imbuhnya. Menurut Gray, Indonesia jauh lebih baik membeli jet Sukhoi buatan Rusia yang sudah teruji kualitasnya, ketimbang membeli jet tempur Negeri Paman Sam. Pria yang sempat menjadi pilot Angkatan Udara AS itu juga menyinggung Bung Karno ketika membahas isu gerakan rahasia, Freemasonry.

Menurutnya, Bung Karno sudah mencoba untuk membendung kekuatan Freemasonry di Indonesia yang dulu dibawa oleh Belanda. Hal itu terlihat dari penutupan "Lodge" yang dicanangkan Bung Karno pada dekade 1960an. Meski demikian, gerakan itu cukup kuat dan tetap melakukan perlawanan terhadap Bung Karno. Usai Lodge-Logde Freemason itu ditutup, gerakan itu bergerak di bawah tanah dan terus beraktifitas hingga akhirnya Bung Karno terguling.

Jerry D Gray juga menggambarkan Freemason bak seorang yang membawa air di saat kekeringan datang. Meski demikian, air yang dibawanya bukanlah air, melainkan sebuah api yang membara.
Ketua Dewan Dakwah Islam Indonesia (DDII) Mohammad Sidik menilai, sikap kebencian yang diusung Yahudi kepada umat Islam sudah berlangsung sejak dulu. Mereka pun berhasil mengganggu kekuasaan Sultan Utsmani Turki.

Dalam diskusi yang bertajuk Krisis Arab: Islam dan Barat, Sidik menceritakan sejarah pembentukan negara Israel dan juga kecerdasan mereka hingga akhirnya mereka bisa membujuk Barat untuk mendapatkan Palestina. Sidik juga mengatakan, pada era Kesultanan Utsmani Turki, Sultan terjerat dengan masalah utang yang cukup serius dan pada saat itu, Yahudi pun memainkan peranannya.
"Pada 1989, umat Yahudi berkumpul di Swiss untuk memutuskan rencana mendirikan negara dalam jangka waktu 50 tahun.

Langkah pertama adalah mendatangi Sultan Utsmani, sebelumnya mereka sudah mendatangi Amerika Serikat (AS) dan Inggris yang memang bertanggung jawab untuk membesarkan Yahudi ini," ujar Sidik.

 "AS dan Inggris menawarkan tanah di Afrika Barat dan Timur, namun mereka tidak mau. Mereka hanya mau Palestina," tegasnya. Pada saat mendatangi Sultan Utsmani, Sultan pun memperbolehkan para warga Yahudi itu untuk tinggal di wilayah manapun juga, di Istanbul. Namun Sultan tidak pernah mengizinkannya mengambil Palestina. Pada saat itu pula, Sultan memiliki banyak utang dan warga Yahudi menawarkan pembebasan utang bila Sultan memberikan mereka, tanah Palestina.

Dan tepat pada 1948, negara Israel pun lahir, estimasi 50 tahun yang sudah direncanakan warga Yahudi untuk membentuk negara sudah terbukti. Bangsa Palestina juga menjadi bangsa yang terusir dari wilayahnya sendiri. Sidik pun menilai, kinerja Organisasi Konferensi Islam (OKI) dalam membahas isu-isu Islam kurang efektif. Hal itu disebabkan karena banyaknya perbedaan pandangan dan pemikiran antar negara anggota organisasi tersebut. Sampai saat ini, OKI pun belum bisa untuk memecahkan masalah yang dihadapi Palestina.

Jerry D Gray menegaskan, insiden kekerasan di Timur Tengah tidak lepas dari campur tangan Yahudi. Hal itu disebabkan karena Israel ingin menjadi kekuatan dunia. "Yang sekarang terjadi di Timur Tengah, Pemerintah Tunisia jatuh, begitu juga Mesir, Irak, dan terjadi konflik internal yang cukup parah di Suriah," ujar Jerry D Gray, dalam Diskusi Krisis Arab: Islam dan Barat .
"Pimpinan-pimpinan di negara Timur Tengah harus pro-AS, pro-Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dan Pro New World Order (NWO). Sementara itu, NWO adalah kaki tangan dari Dajjal. Di dunia saat ini, agenda mereka adalah 'Israel harus jadi world power.' Mereka tidak mau Islam bersatu, mereka juga tidak mau Islam di Indonesia berdiri," imbuhnya. Penulis buku berjudul "Rasulullah is My Doctor" itu turut menyinggung gerakan-gerakan persekutuan Freemasonry dan Illuminaty yang menjadi kendaraan Zionis menciptakan Tata Dunia Baru.

Mereka diklaim menggunakan isu-isu nasionalisme dan lainnya untuk menghancurkan dunia. Jerry D Gray yakin, seluruh pemberitaan buruk mengenai dunia Islam tak lain adalah sebuah fitnah yang dibuat-buat oleh Zionis. Hal itu disebabkan karena mereka sudah menguasai sekira 90 persen media di dunia ini, termasuk yang ada di Indonesia. Selain media, mereka juga memanfaatkan
instrumen lain untuk merusak seluruh generasi muda di dunia ini lewat makanan hingga obat-obatan.

Komentar

Postingan Populer