Bukti Ilmiah Kunyit

Adakah kunyit di apotek hidup Anda? Kalau tidak ada, mungkin beberapa hal di bawah ini bisa menjadi pertimbangan Anda untuk mulai memasukkannya jadi tanaman penghias rumah.
Anti Kanker
Aktivitas anti kanker kurkumin telah banyak diteliti secara in vitro dan in vivo. Kurkumin merupakan turunan diferuloilmetana dan diketahui memiliki aktifitas anti tumor. Aktivitas ini dikaitkan dengan kemampuannya sebagai penghambat CO, perangsang opoptosis maupun cell cycle arrest dengan mempengaruhi produk gen penekan tumor maupun onkogen. 

Kurkumin menginbibisi proliferasi dan pertumbuhan sel melalui induksi fase S dan fase G2/M dari cell cycle arrest. Pada dosis rendah kurkumin menginduksi fase G2/M dari cell cycle arrest. Pada dosis tinggi kurkumin meningkatkan G2/M dari cell cycle arrest. Selain itu, kurkumin juga bekerja sebagai anti oksidan, penghambatan karsinogenesis, penghambatan proliferasi sel, anti estrogen, dan anti angiogenesis.

Anti angiogenesis merupakan mekanisme penting dalam pengobatan kanker. Angiogenesis adalah pertumbuhan pembuluh darah baru. Ini diperlukan oleh sel tumor sebagai saluran penyedia nutrien, oksigen dan sirkulasi kotoran agar dapat terus tumbuh dan menyebar. Kurkumin menahan kanker dan anti angiogenesis alias menghambat laju penambahan pembuluh darah baru.

Bagaimana kurkumin bekerja? Belum ada penjelasan pasti tentang ini, namun dugaan kuat kurkumin dapat berikatan dengan enzim aminopeptidase N (APN) dan menghambat aktivitas enzimatik. Aminopeptidase N adalah enzim yang terdapat pada jaringan membrane. Enzim ini bertanggung jawab terhadap proses pembentukan pembuluh darah baru (angiogenesis) dan pertumbuhan sel tumor. 

APN bisa membongkar ptotein pada permukaan sel/jaringan tubuh. Pada saat inilah sel kanker bisa masuk dan menggantikan kedudukan sel normal sehingga terjadi pertumbuhan tak terkendali. Dugaan sementara ikatan tak jenuh (ikatan rangkap), alfa dan beta di sekitar gugus keton pada kurkumin membentuk ikatan kovalen dengan dua nukleofil asam amino yang terdapat pada situs aktif APN dan mampu menghambat aktivitasnya secara tak dapat balik (irreversible).

Anti Bakteri
Diantara tanaman anggota family Zingiberaceae, kunyit terbukti mengandung zat kurkumin paling tinggi. Kurkumin, pigmen kuning dalam umbi kunyit terbukti memiliki berbagai aktivitas farmakologi penting : anti oksidan, anti inflamasi, anti HIV, anti parasit, dan berpotensi sebagai anti kanker. Termasuk parasit adalah hewan dari golongan Nemathelmintes (cacing). Kurkumin menunjukkan aksi penghambatan karsinogenik pada kulit, usus, dan lambung.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah koloni bakteri E. coli cenderung menurun dengan meningkatnya konsentrasi ekstrak rimpang kunyit. Makin tinggi ekstrak makin tinggi kandungan kurkumin di dalamnya. Walaupun belum diketahui bagaimana mekanisme kerjanya, tetapi bisa diambil kesimpulan, bahwa kurkumin, kristal yang mudah larut dalam alcohol dan air panas itu mempunyai kekuatan anti bakteri.
Anti Kembung, Anti Diare

Kurkumin dalam rimpang kunyit juga bekerja sebagai anti bakteri, mematikan kuman dan menghilangkan rasa kembung. Kurkumin merangsang kerja dinding emepedu untuk mengeluarkan lebih banyak cairan pemecah lemak. Minyak asiri dalam kunyit juga berfaedah mengurangi gerakan usus sehingga kunyit juga berlaku sebagai anti diare.

Anti Inflamasi
Trietil kurkumin (TEC) dikenal sebagai senyawa yang memiliki aktivitas anti inflamasi paling aktif dibanding senyawa lainnya. Ia bekerja dengan cara menghambat mekanisme dan metabolism asam arakhidonat. Asam arakhidonat adalah suatu jenis asam lemak yang merupakan prekusor dalam biosintesis leukotriene, prostaglandin, dan thromboxane. 

Adanya senyawa kurkumin menghambat sintesis prostaglandin-2. Dengan demikian mekanisme kurkumin sebagai anti inflamasi adalah dengan menghambat fase lipooksigenase dan siklooksigenase. 

[yudistira adi maulana/bekam ruqyah center/islampos]

Komentar

Postingan Populer