Jika "The Day After Tomorrow" Menjadi Kenyataan

Banjir dan bencana alam lainnya yang disebabkan oleh perubahan cuaca ekstrim yang ditandai dengan naiknya permukaan air laut diprediksi akan menjadi ancaman utama bagi penduduk yang tinggal di pantai timur Amerika. Tinggi permukaan air laut ini naik empat kali lebih cepat dari rata-rata permukaan air laut daerah lainnya.
Cuplikan film The Day After Tomorrow (sumber: Istimewa)
Para ilmuwan di Amerika percaya satu-satunya cara untuk mencegah air laut menerjang pemukiman penduduk seperti saat terjadinya badai Sandy adalah dengan membangun penghalang banjir. Namun biaya untuk membangun tanggul tersebut sangat mahal. Solusi lainnya adalah memindahkan penduduk yang tinggal di tempat beresiko tinggi terkena terjangan air laut ke tempat yang lebih tinggi.

New York City Panel on Climate Change (NPCC) memprediksi permukaan air laut akan naik hingga 61 cm pada tahun 2100. Hal itu akan bertambah buruk jika lapisan es di Greenland dan Antartika meleleh yang menyebabkan air laut meninggi hingga satu meter pada tahun 2080.

Klaus Jacob, seorang ilmuwan di Universitas Columbia University menambahkan badai Sandy, yang memicu terjangan air laut menuju daratan, akan lebih sering menerjang New York dalam 10 tahun mendatang. Badai ini telah merenggut 85 nyawa di seluruh Amerika dan menyebabkan kerugian sebesar 75 miliar dollar.

Perubahan cuaca yang ekstrim ini mengilhami pembuatan film fiksi "The Day After Tomorrow" yang mengisahkan negeri Paman Sam ini diterjang badai dahsyat, yang mengakibatkan penurunan suhu secara drastis hingga terjadinya jaman ice age. 
Sumber:telegraph

Komentar

Postingan Populer