Mencari Teman yang Tak Punya Salah? Selamanya Anda Tak Akan Dapat Teman

Cara termudah agar disukai semua orang adalah tidak usah mengeluarkan pendapat dan pemikiran baru atau yang menyelisihi pendapat mereka. Sedangkan cara paling tepat agar tidak pernah salah adalah tidak usah melakukan apapun sama sekali.
muslim Mencari Teman yang Tak Punya Salah? Selamanya Anda Tak Akan Dapat Teman
To Error is Human
Manusia diciptakan bukan untuk bebas dari kesalahan, ia diciptakan untuk terus beramal, berkarya dan di sela-sela itu pastilah akan ada banyak kesalahan dan kekhilafan.
Rasulullah shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda :

كُلُّ ابْنِ آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ

“Setiap anak Adam (manusia) selalu berbuat salah, dan sebaik-baik yang selalu berbuat salah adalah yang selalu bertaubat dan meminta ampun” (HR. Tirmidzi dinyatakan Hasan oleh Syaijh Albany)

Namun tidak sedikit orang yang selalu mencari-cari kesalahan kita atau menunggu-nunggu kapan kita melakukan kesalahan. Dan di saat kesempatan itu datang sungguh ironis, seakan kita tak punya lagi kebaikan yang tersisa dan seluruh diri kita hanyalah salah dan dosa.
Wajarlah jika Imam Asy Syafi’i -rahimahullah- berkata :

لو أصبت تسعا وتسعين وأخطأت واحدة لترك الناس ما أصبت وأسرّوها وأعلنوا ما أخطأ فانفض عنك غبار الناس و عش سعيدا


“Jika engkau melakukan 99 perbuatan baik (benar) lalu engkau melakukan 1 kesalahan, pastilah manusia akan meninggalkan 99 kebaikan yang telah engkau lakukan lalu menyembunyikannya, tetapi mereka justru mengungkapkan dan mengumumkan 1 kesalahanmu itu. Maka jauhilah debu-debu manusia dan hiduplah dengan kehidupan yang bahagia”

Imam Asy Sya’by berkata :
لو أصبت تسعاً وتسعين وأخطأت واحدة لأخذوا الواحدة وتركوا التسع والتسعين
“Jika engkau melakukan 99 perbuatan baik (benar) lalu engkau melakukan 1 kesalahan, pastilah manusia akan memilih 1 kesalahanmu dan meninggalkan (tidak mempedulikan) 99 kebaikanmu”
(Al Bashoir Wad Dakho’ir I/350)

Beruntunglah mereka yang mampu menahan dirinya sehingga ia mendapatkan janji Rasulullah berikut :
طُوبَى لِمَنْ شَغَلَهُ عَيْبُهُ عَنْ عُيُوبِ النَّاسِ
“Beruntunglah orang yang disibukkan dengan mencari aib (kekurangan) dirinya sehingga tidak sempat mencari-cari kesalahan orang-orang lain.” (HR. Al Bazzar dengan sanad hasan – Subulus Salam, Hilyatul Auliya’, Syu’abul Iman lil Baihaqi dan kitab lainnya)

إِلَهِي لاَ تُعَذِّبْنِي فَإِنِّي مُقِرٌّ باِلَّذِي قَدْ كاَنَ مِنِّي

Ya Rabbi .. janganlah Engkau siksa diriku karena aku telah mengakui semua dosaku.

يَظُنُّ الناَّسُ بِي خَيْراً فَإِنِّي لَشَرُّ الْخَلْقِ لَوْ لَمْ تَعْفُ عَنِّي
Manusia menyangka diriku seorang shalih. Padahal akulah seburuk-buruk makhluk-Mu. Jika Engkau tak sudi mengampuniku.
فَماَ لِي حِيْلَةٌ إِلاَّ رَجاَئِيْ وَعَفْوَكَ إِنْ عَفَوْتَ وَحُسْنَ ظَنِّي
Tak ada lagi dayaku selain mengharap rahmat dan ampunan-Mu serta husnudzdzon akan belas kasih-Mu.

Wallohu Jalla Fii ‘Ulaahu A’lam

Oleh: Fuad Al Hazimi
Majelis Syariah JAT

Komentar

Postingan Populer