Teori Konspirasi dari Munculnya Komet ISON

Disebut sebagai 'komet abad ini', komet ISON diprediksi bisa dilihat dengan mata telanjang pada bulan ini. Berikut 5 teori konspirasi terkait komet ISON.

Para astronom telah memonitor komet ISON (C/2012) sejak pertama kali ditemukan pada tahun lalu. Kecerahannya yang tidak biasa di tata surya memberikannya gelar 'komet abad ini.
ISON menjadi salah satu dari sepuluh komet dalam sejarah yang bisa terlihat pada siang hari karena ukuran dan lintasannya.

Pada 28 November 2013 ketika ISON mencapai perihelion atau berada pada jarak terdekat dengan matahari, terangnya bahkan diprediksi bisa menyamai bulan. Dan jika matahari tidak menghancurkannya pada periode tersebut, orbitnya akan membawa ISON melewati Bumi pada Januari 2014.
Pada pekan ini, jika hanya dengan mata telanjang sulit untuk melihatnya, Anda bisa menggunakan binocular atau alat lain yang mendukung. Banyak sky watcher di beberapa belahan dunia yang kabarnya sudah dapat melihat komet ISON dengan menggunakan bantuan alat tertentu.
Foto komet ISON yang indah menyambut matahari terbit karena mendekati posisi terdekatnya dengan matahari pada tanggal 28 November 2013. Foto oleh Greg Hogan. (earthsky.org)
Melintasnya komet ISON yang semakin dekat dengan matahari pada November 2013 kemudian memunculkan sejumlah teori konspirasi dari berbagai pihak. Berikut lima teori konspirasi terkait komet ISON:

Kiamat
Kislovodsk, kota dimana astronom Russia menemukan komet ini mempunyai arti 'sour water' atau 'air asam'.
Para penganut teori konspirasi kemudian mengaitkan arti nama tersebut dengan Wormwood, sebuah bintang atau malaikat yang disebutkan dalam the Biblical New Testament Book of Revelation. Wormwood disebut bakal membuat 'waters bitter' atau 'air pahit'.

Entah apa maksud para penganut konspirasi teori mengaitkan pengertian antara 'air asam' dan 'air pahit', tetapi Wormwood memang memiliki pengertian lain sebagai apocalypse atau kiamat yang kemudian memunculkan teori bahwa komet ISON akan menghantam Bumi.

Tetapi hal tersebut mungkin mustahil mengingat jarak terdekat komet ISON dengan bumi adalah sekitar 65 juta kilometer, menurut keterangan The Space Telescope Science Institute.
Komet ISON memasuki area pandang sebuah coronagraph SOHO pada tanggal 27 November 2013. Objek yang dihitamkan adalah matahari. (earthsky.org)
Namun sekali lagi, tidak seperti ramalan kiamat 2013 ketika berakhirnya kalender maya, kali ini teori kiamat yang muncul didasarkan pada sebuah peristiwa yang benar-benar nyata dan memiliki sejarahnya tersendiri.

Hal ini membuat teori ini lebih sulit untuk diabaikan ketimbang spekulasi kiamat 2013 beberapa waktu silam.

Planet Nibiru & Planet X
Banyak yang juga mengaitkan komet ISON sebagai planet Nibiru atau juga Planet X. Menurut teori cometisonnews.com, teori ini jelas-jelas salah.
Faktanya, jika komet ISON ternyata bukan komet dan benar sebuah planet seperti Jupiter, Saturnus dan lainnya, wujudnya pasti dapat terlihat dengan mata telanjang di setiap waktu tanpa alat apapun, tanpa pemberitahuan dari NASA atau media lainnya.

Sebaliknya, karena ISON hanyalah sebuah komet, semua orang di dunia harus menunggu hingga akhir November yang mana ISON diyakini akan dapat terlihat dengan mata telanjang ketika berada semakin dekat dengan matahari.

Bencana Alam
Jika matahari tidak menghancurkan komet ISON pada 28 November mendatang, orbitnya akan membawa ISON melewati Bumi pada Januari 2014.
Setiap kali sebuah komet bergerak dekat dengan Bumi, segala macam teori munculnya bencana seperti meletusnya gunung berapi atau bahkan gempa bumi selalu berhembus ke permukaan. Ini dipicu kemungkinan efek dari ancaman gravitasi yang terjadi di Bumi.

UFO
Teori konspirasi dengan perspektif bahwa komet ISON sebenarnya adalah UFO atau benda terbang tak dikenal berasal dari kombinasi tiga gambar yang diambil dari sudut pandang yang berbeda oleh Hubble Space Telescope.
Dari kombinasi tersebut terlihat komet ISON sepertinya bukan hanya satu objek, tetapi terdiri dari tiga objek.

Hujan Meteor
Teori yang terakhir adalah seputar hujan meteor yang mungkin muncul jika matahari tidak menghancurkan komet ISON pada 28 November mendatang, ketika komet tersebut mencapai perihelion atau jarak terdekat dengan matahari
Jika itu terjadi, ekor komet diprediksi bakal melewati bumi pada 14-15 Januari 2014 sehingga hujan meteor mungkin saja muncul pada hari-hari tersebut.

Menghilang, Komet ISON Gagal jadi 'Komet Abad Ini'
Perjalanan komet ISON menuju matahari dipastikan berakhir setelah objeknya menghilang sebelum mencapai titik terdekat dari matahari atau perihelion.
Headline
Pada 28 November 2013 ketika ISON diprediksi mencapai perihelion atau berada pada jarak terdekat dengan matahari, komet tersebut seharusnya menjadi komet paling terang di abad ini.

Namun harapan para skywatcher dan astronom untuk menyaksikan pemandangan fantastis dari cahayanya akhirnya musnah setelah NASA dan ESA memastikan bahwa perjalanan panjang komet tersebut telah berakhir.

Dean Pesnell, ilmuwan dari Solar Dynamics Observatory milik NASA (SDO), memastikan bahwa mereka tidak melihat komet ISON di SDO.

"Kami pikir komet itu hancur dan menguap sebelum mencapai perihelion," jelasnya seperti dikutipTheRegister.

Badan Antariksa Eropa (ESA) juga telah memberikan penjelasan bahwa ilmuwan mereka mengonfirmasi komet ISON telah menghilang.

Sebelumnya, ISON bahkan diperkirakan bisa bercahaya seterang bulan jika berhasil mencapai perihelion, dan jika saja matahari tidak menghancurkannya pada periode tersebut, orbitnya akan membawa ISON melewati Bumi pada Januari 2014.

Dengan demikian ini mengakhiri salah satu insiden paling menarik dan paling dinanti dalam sejarah tata surya sekaligus mengingatkan kita bahwa kita tidak bisa memprediksi apa yang bakal terjadi di alam semesta.

Bagaimanapun, menghilangnya komet ISON tanpa meninggalkan jejak juga menambah misteri yang terus mengelilinginya, mengingat objeknya sering disebut sebenarnya bukanlah sebuah komet, melainkan sebuah entitas asing tak dikenal atau bahkan pesawat UFO.

Komentar

Postingan Populer